Aku merasa sedikit radikal dengan semua hal yang terjadi di sekitarku, di Indonesiaku terutama. Entah itu dari sistem pembelajaran sampai politik. Semuanya seperti lupa visi, sehingga misinya pun ikut berantakan.
"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, ..."
Mengertikah Anda semua visi itu?
Aku ingin melakukan perubahan, the huge one. Masalah dari setiap orang yang ingin melakukan perubahan adalah; darimana harus memulainya? Aku mungkin bukan orang yang bisa menasihati langsung karena ya, akupun belum tentu benar. Akupun masih belajar.
Tapi ada satu hal yang terlintas di kepala, segalanya dimulai dari dasar, bukan?
And here is my dream which never be talked clearly by me.....I want to establish an elementary school.
Karena secara pribadi, pendidikan dan pembelajaran yang ditanamkan sebelum duduk di sekolah dasar dan selama proses pembelajaran sangat melekat sampai sekarang.
Di sekolah itu nanti, kurikulum tetap akan mengikuti dari departemen tetapi dengan sistem yang berbeda. Aku tidak mau menuntut seorang anak berumur 8 tahun untuk mengerti bagian di dalam sel, just like what they did nowadays, karena aku pun baru mengerti benar di SMA ini. Dan tiga hari dalam seminggu, mereka akan belajar di luar kelas; musium, perkebunan, atau ke masyarakat langsung, sehingga mereka mengerti tujuan dari teori-teori yang mereka pelajari bukan sekedar hafal.
Indonesia itu negara kepulauan dengan keragaman yang begitu indah.
Merah-putih untuk Senin, batik dari berbagai macam daerah pada hari Selasa-Jumat.
Setiap dari mereka harus tahu berasal dari daerah apa, dan wajib mengikuti pelajaran bahasa daerah tersebut tanpa menjadikan mereka rasis. Pelajaran bahasa daerah ini bertujuan untuk melestarikan keragaman bahasa di Indonesia.
Pendidikan rohani juga tetap harus dijalani sejak kecil. Setiap agama akan punya kewajiban dan kebebasan beribadah sesuai dengan keimanannya. Tidak ada pandangan aneh dari setiap anak ketika melihat temannya yang beragama lain sedang beribadah, membentuk sifat tenggang rasa yang benar-benar mereka pahami maksudnya. "Untukmulah agamamu, untukkulah agamaku.."
Non-akademik bukan sesuatu yang haram karena dapat merusak nilai akademik, tetapi justru kegiatan itulah yang menyeimbangkan kinerja otak sehingga dapet bekerja lebih baik. Tidak semua orang ditakdirkan bekerja dengan menghitung.
Akan banyak alternatif non-akademik yang ada di sekolah ini. Hampir semua kegiatan olahraga umum, bela diri, musik dan tak lupa kesenian tradisional. Anak-anak bebas mengeksplorasi kegemaran mereka
Sekolah ini akan diutamakan kepada mereka yang kurang mampu dan memiliki keinginan besar untuk meraih cita-cita mereka. Mereka yang berada akan membantu dalam pendanaan dengan syarat mereka akan menerima perlakuan yang setara tanpa peduli status keluarga mereka. Sekolah ini akan jadi sekolah yang independen, tidak terikat dengan pemerintahan.
So it was my truly dream....
Allah, give me chance :)
No comments:
Post a Comment